Friday, May 19, 2023

Remaja dan Cinta

Remaja dan cinta

 Rasa Cinta

 “Aku mencintaimu bukan hanya siapa kamu,

tapi juga menjadi apa diriku saat bersamamu” 

Roy Craft

Setiap orang memiliki banyak perbedaan pemahaman prihal rasa cinta, hal ini tentunya akan membuat bingung bagi banyak orang yang tidak mengetahui arti sebenarnya dari rasa cinta. Jadi, apa itu rasa cinta? Bila dijabarkan secara umum rasa cinta ini tidak memiliki arti yang konkret, cinta tidak bisa dilihat namun hanya bisa dirasakan bagi setiap individu, menurut KBBI cinta adalah suka sekali, sayang benar, kasihan sekali, terpikat, ingin sekali, berharap sekali, rindu, khawatir, dan risau. 


Rasa cinta tentunya ada pada setiap jenis individu, namun cara mengungkapkan  cinta bagi setiap orang pasti berbeda-beda cinta di sini bukan hanya membahas  persoalan pasangan namun dalam sahabat, keluarga, bahkan dalam persoalan agama pun pasti ada yang namanya rasa cinta. Faktanya banyak muda-mudi jaman sekarang yang asyik masuk terseret dalam pergaulan bebas. Pacaran  seolah menjadi budaya, dan sesuatu yang aneh jika tidak pacaran. Rasa cinta yang dimiliki seolah-olah menjadi suatu keharusan untuk segera diungkapkan pada sang kekasih belahan jiwa. Rasa rindu yang menggebu ingin bertemu selalu menghantui akal dan hati mereka, sehingga berbagai cara mereka berani melakukannya tanpa berfikir resiko yang akan ditanggung, sebagian besar orang menyebutnya dengan "bucin". 


Faktanya pergaulan bebas remaja saat ini di dukung oleh berbagai pihak, selain teknologi yang mudah di akses lewat genggaman, kehidupan nyata pun menjadi sebuah ajang pembuktian dari sebuah opini yang disebar. Di sekolah-sekolah anak-anak diharuskan belajar bersama dalam satu kelas, bahkan tempat duduknya dibuat selang-seling laki-laki dengan perempuan, apalagi di usia mereka yang sedang bertumbuh ini mendapatkan kesempatan emasnya, semangat belajarnya tumbuh bukan pada ilmu yang sedang dipelajari tapi demi perhatian teman disampingnya. Ditambah lagi sifat permisif para orang tua terhadap sikap pacaran anak-anaknya, dan merasa khawatir jika tidak memiliki pacar.


Miris sekali kedupan remaja sekarang ini, rasa cinta dan pelampiasannya dianggap suatu kebutuhan yang harus dipenuhi, akibatnya, "cinta" yang seharusnya bermakna positif ternodai karena menjadi pintu masuknya sebuah dosa besar yang akibatnya akan dibayar oleh keluarga dan keturunannya.  Interaksi yang intensif dari perasaan saling suka, baik langsung maupun lewat gadget, menimbulkan gejolak perasaan yang tidak dapat dibendung dan berujung pada terjadinya kontak fisik langsung secara diam-diam untuk melampiaskan gairah mereka, baik hanya sekedar ngobrol, pegangan tangan, ciuman, sampai terjerumus ke jurang perzinaan. Akhirnya, cinta yang agung menjadi penyebab terjadinya dosa besar dan hancurnya masa depan bagi pelakunya. 


Ada kisah nyata yang pernah dialami oleh seorang remaja, Waktu itu umurnya baru sekitar 17 tahun, dia masih duduk di bangku SMA. Sebut saja namyanya Fani (bukan nama sebenarnya-red), dia adalah gadis cantik menurut penilaian teman-teman lelaki di sekolahnya. Postur tubuhnya yang ideal, wajahnya cantik, lumayan pintar di kelas sehingga menjadi idaman para lelaki. Malangnya, saat kelas XII akhir banyak yang merasa curiga dengan Fani. Dia jadi sering memakai  jaket yang over size, lalu ada yang bertanya, “kok loe, jadi sering pake hoodie yang over size sih?” tanya seorang temannya. 


Lalu dia menjawab “ngak papa”. 


Hampir 3 bulan terakhir sikapnya menjadi berubah, yang dulunya periang, bawel, dan asyik, sekarang berubah menjadi pendiam dan lebih senang  menyendiri di kelas. Banyak yang berfikir ada yang salah dengan dia. Akhirnya  ada salah satu temannya, sebut saja Rani (bukan nama sebenarnya-red), memberanikan diri untuk menanyakan apa yang sebenarnya sedang dia alami. 


Ketika hari libur sekolah, Rani pergi  ke rumahnya untuk mengobrol dengannya. “Sorry, kalau gue terlalu kepo, tapi akhir-akhir ini loe berubah. Gue tau loe lagi ada masalah, sebenernya ada apa? ” ucap Rani kepada Fani. 


Ketika temannya menanyakan hal tersebut, mukanya langsung merah dan menangis. “Gue hamil” jawab dia sambil menangis. 


Sontak Rani sangat terkejut, dan tidak pernah menyangka hal itu bisa terjadi kepadanya.  Padahal kami sudah dikelas XII, dan sekitar 2 atau 3 bulan lagi kami lulus. “Kok bisa? Sama si Arya?” tanya Rani dengan nada cukup tinggi. 


Lalu Fani menjawab. “Iya. Gue juga bingung, gue pusing, gue ngak tau harus gimana” jawab dia.


Begitu naifkah, kata cinta yang harusnya dijaga kesuciannya, menjadi ternoda. Lalu,benarkah itu cinta?Atau kah hanya nafsu yang berkamuflase? Ketika sepasang muda-mudi sedang asyik berduaan, sebenarnya cinta ataukah nafsu yang berbicara? Apakah emosi atau kah akal sehat mereka yang lebih dominan?


Begitu mudahkah “cinta” mampu menciptakan perbuatan dosa besar. Sebagai makhluk jenius yang dikaruniai akal budi yang sempurna, seharusnya kita sebagai manusia pasti tahu perbedaan keduanya, antara nafsu dan cinta. Sebagai orang yang dikatakan terpelajar, sepantasnyalah kita tidak bisa berfikir memilih dari kedua hal itu agar kita bisa bertanggung jawab atas perasaan kita, yang bukan sekedar  melegalkan hasrat kita yang tidak halal.


Seharusnya di era informasi yang serba canggih ini, dimana manusia semakin cerdas, mampu menjadikan kehidupan mereka menjadi berkualitas dan mampu menciptakan peradaban tinggi bukan sebaliknya, membiasakan kemaksiatan menjadi hal biasa dan budaya yang dipelihara.


Menurut saya, jaman sekarang ini keperawanan wanita sudah tidak ada harganya.  Dianggap remeh dan tidak dihargai. Pikirkanlah masa depan kita. Jangan hanya memikirkan prihal cinta. Pikirkanlah, masa depan yang akan kita gapai, masa depan tidak bisa digapai hanya dengan cinta semata, berpacaran, atau yang lainnya, rasa malu itu nanti yang akan kita bawa sepanjang masa hidup kita. Mungkin, hal ini tidak hanya terjadi di jaman sekarang. Tetapi yang memprihantinkan adalah banyak anak-anak muda yang kehilangan masa mudanya. Mereka harusnya bisa menghabiskan waktu mereka dengan teman-temannya atau bisa dengan lebih fokus untuk masalah pendidikan dibandingkan masalah percintaan yang  belum waktunya.


Makna Cinta Dalam Sudut Pandang Islam 

Cinta dalam ajaran islam telah dikenal sejak zaman dahulu kala, tepatnya sejak penciptaan Nabi Adam‘alaihissalam dan Siti Hawa diciptakan. Ia adalah fitrah suci yang diberikan sang pencipta untuk hambanya sebagai bekal hidupnya di bumi, dengan cinta kelestarian manusia terjaga, dengan cinta kehidupan manusia menjadi bahagia. Namun cinta tidak bisa dibiarkan begitu saja tanpa aturan dalam mengungkapkannya, karena sang Pemberi cinta lebih mengetahui bagaimana cinta sejati yang didamba manusia terwujud. 


Cinta haruslah tumbuh dengan rasa keimanan pada Dzat Pemilik cinta, sehingga dia senantiasa waspada dengan rasa cinta yang dimilikinya dan tidak membuatnya menyesal di masa depan. Bukti cinta adalah ketaatan pada sang Pemilik cinta bukan pada kekasih pengajak dosa. Apa yang kita cintai di bumi ini haruslah karena Allah Ta’ala bukan karena hawa nafsu semata yang kesenangannya hanya sementara. Apabila dikaji dari ayat-ayat Al-quran, hadist dan dalil-dalil para ulama, makna cinta dalam islam dapat dikategorikan menjadi 3 kelompok. Diantaranya yaitu: 

A. Cinta kepada Allah Ta’ala 

Kedudukan cinta yang paling hakiki tentunya cinta kepada Sang Khalik, pencipta langit dan Bumi. Allah Azza waJalla. Sebab Allah-lah yang menciptakan kita manusia, memberikan kehidupan dan nikmat di dunia, serta senantiasa menjaga kita. Maka itu, sudah menjadi kewajiban setiap umat manusia untuk mencintai AllahTa’ala. "Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selainAllah;  mereka mencintainya sebagai mana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman mereka sangat mencintai Allah". ”(Al-Baqarah: 165). 


Dari Anas Radhiallahuanhu, bahwasanya Nabi Muhammad Saw bersabda:

"Tiga perkara jika itu ada pada seseorang maka ia akan merasakan manisnya iman;  orang yang menjadikan Allah dan RasulNya lebih diacintai dari pada selain keduanya, mencintai seorang yang ia tak mencintainya kecuali karena Allah dan  benci untuk kembali kepada kekafiran setelah Allah menyelamatkannya dari kekafiran tersebut sebagaimana ia benci untuk masuk neraka" 

(HR.Al-Bukhari danMuslim). 


Lalu bagaimana caranya mewujudkan bukti cinta kepada Allah?  yakni dengan meningkatkan iman dan bertakwa hanya kepada Allah Ta'ala sebagaimana firman Allah: katakanlah:"jika kalian benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian" Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang" (al-Imran:31).


B. Cinta Kepada Manusia 

Cinta kepada manusia ini cakupannya juga cukup luas. yakni meliputi mencintai Rasul Shallahu'alaihiwassallam, cinta kepada lawan jenis (pasangan hidup) dan cinta kepada sesama kaum muslim. 


a. cinta kepada Nabi Muhammad saw 

"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah dan bertaqwalah kepada Allah. sesungguhnya Allah sangat keras hukumanNya." (AlHasyr:7). 

"Katakanlah, jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah sunnah/petunjukku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (AliImran:31). 


b. cinta sesama kaum muslim 

"wahai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu sekalian dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikankamu sekalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu sekalian di sisi Allah ialah orang-orang yang paling takwa diantara kamu sekalian. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (al-Hujurat:13). 


c. Cinta antara lawan jenis 

"dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (ar-Rum:21) 


C. Cinta Kepada Lingkungan dan Makhluk Hidup Lain 

Makna cinta yang terakhir dalam Islam adalah cinta kepada lingkungan, seperti tumbuhan, air, termasuk binatang dan lai-lain. Cara untuk mewujudkannya yakni dengan merawatnya dan tidak merusak alam. "Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah Allah memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut tidak akan diterima dan harapan akan dikabulkan. sesungguhnya Rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik". (al-A'raaf:56)

 

Maka cinta merupakan anugrah dari Allah SWT, ia tak akan dihisab tetapi pelampiasan yang salahlah yang akan dipertanggungjawabkan manusia di hadapanNya. wujud dari cinta dapat dilihat dari ketaatan manusia kepada Pencipta, aturan Allah SWT adalah pedoman untuk mengelola cinta, agar cinta tetap menjadi suci.  Manusia dan hewan adalah makhluk hidup Allah yang diberiakan rasa cinta, tetapi tujuan dari keduanya sangatlah berbeda. cinta pada hewan hanya sebatas nafsu sedangkan cinta pada manusia memiliki arti yang lebih mulia, maka pantas saja Allah menyebutkan manusia yang senantiasa mendahulukan nafsunya sebagai orang yang paling buruk daripada hewan. 


Memang cinta merupakan sebuah perasaan yang timbul yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, ia merupakan energi yang memotivasi seseorang untuk berjuang didalam kehidupan ini, baik atau buruk, tetapi seseorang yang berhasil memahami cinta sejatilah yang akan meraih kemuliaan baik di kehidupan dunia atau setelah mati. 

Sebagaimana dijelaskan dalam buku "Jalan Cinta Para Pejuang karya" Salim A.Fillah. Seharusnya seorang muslim mampu memaknai cinta sejati, sehingga perlu diperhatikan hakikat dan pandangan cinta dalam Islam. Semoga anak muda zaman sekarang khususnya, lebih pandai lagi dalam mengartikan yang namanya cinta, kemana kita harus melampiaskannya dan kepada siapa kita harus mengerahkan semuanya, sudah jelas Allahlah tujuan kita untuk semua hal.

Wa Allahu a'lamu bi Shawab


Oleh: @yesa

Profil singkat Penulis

Dia adalah siswi kelas 3 SMP yang sedang menimba ilmu di salah satu pesantren di Bogor. Saat anak-anak seusianya berlomba-lomba untuk mengimbangi trend di dunianya, dia berani mengambil keputusan untuk dirinya, dia memahami benar kehidupan dan segala pemberianNya adalah amanah yang harus ditempatkan pada posisinya, baik berupa materi atau pun non materi, ia menempatkan pilihannya pada apa yang Tuhannya inginkan.

Semoga tulisannya mampu mengispirasi anak-anak seusianya agar kembali berfikir dengan akal sehatnya terhadap konsekuensi dari setiap pilihannya agar ia tidak menyesal dikemudian hari.


Baca juga Karya anak SMP yang lainnya

1. Istiqamah dalam Ketaatan

2. Remaja dan Cinta

No comments:

Post a Comment